Selamat datang di Website Resmi

KONFERENSI NASIONAL GURU DAN INOVASI PENDIDIKAN

"Educative, Creative, Inovative"

Konferensi Nasional ini merupakan rangkaian HUT Kota Tabanan dan sebagai ajang bagi para guru dari semua jenjang sekolah, pengawas, pembuat kebijakan di bidang pendidikan/persekolahan, dan para pegiat serta pemerhati pendidikan.

 

KEYNOTE SPEAKER

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)

Akan dikonfirmasi

Dr. Ir. Wayan Koster, M.M

Anggota Komisi X DPR-RI Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan

Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi

Peneliti, Praktisi dan Ahli Pendidikan Literasi Awal

Dr. Itje Chodidjah, M.A.

Tokoh Pendidikan Indonesia.


FEATURED SPEAKER

I Ketut Suryadi, S.Sos, M.M

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan
Penggagas Parade Seni dan Kemah Budaya Tabanan

Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd

Ketua Umum PGRI

RANGKUMAN KEGIATAN KONFERENSI 6 - 8 NOVEMBER 2017

 

1. Laporan Ketua Panitia KONASGI ( Dra. Luh Putu Artini, M.A, Ph.D )

Ketua panitia KONASGI Bali melaporkan sebagai berikut :
Kegiatan konasgi adalah aktivitas inovasi, kreatif, dan inspiratif untuk kemajuan dan kebaikan bersama pembangunan manusia Indonesia, kader pemimpin bangsa. Guru adalah seniman utama berhati mulia. Di tangan gurulah sentuhan masa depan bangsa dipertaruhkan. Hal inilah yang menjadi motivasi utama yang dijadikan landasan olah pikir para praktisi dan pakar pendidikan yang tergabung dalam Klinik Pendidikan Tabanan, sampai akhirnya melahirkan ide untuk merancang dan melenyelenggarakan kegiatan yang berlevel nasional, dan dalam agenda nasional merupakan konferensi guru pertama yang melibatkan bukan hanya guru, tetapi juga pengamat, pemerhati, pengawas SD-SMA/SMK dari seluruh wilayah Nusantara.
Dalam keterbatsan ruang dan waktu, konasgibali hanya menerima peserta maksimal 200 orang, tetapi respon dan perhatian yang diberikan melebihi kapasitas yang tersedia. Hingga laporan ini disampaikan, sekitar 300 peserta terlibat dalam kegiatan ini.
Terwujudnya acara ini berkat kerja keras dan komitmen bersama Panitia yang terdiri dari guru-guru yang tergabung dalam kepengurusan Dewan Pendidikan Tabanan, serta Tim Pakar dari perguruan Tinggi di Bali (UNUD, Undiksha, STKIP AH Singaraja, IKIP Saraswati Tabanan), dan dibantu oleh Liaison Officer (LO) dari BEM IKIP Saraswati Tabanan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Tabanan dan sponsorship peduli pendidikan yang ada di wilayah Tabanan. Atas bantuan dan kerjasama berbagi pihak, kami mengucapkan banyak terimakasih serta permohnan maaf atas segala keterbatasan yang dimiliki. Coming, Keeping and Working Together menjadi prinsip Konasgibali, sehingga dalam puncak acara ini bisa disepakati untuk membangun JEJARING GURU NUSANTARA sebagai jembatan komunikasi yang lebih efektif mewujudkn ide-ide cemerlang para guru. Mudah-mudahan berkat anugerah Tuhan Yang Maha Esa, konasgibali menjadi titik pijar mercusuar guru dan pendidikan Indonesia.

 

2. Sambutan Bupati Tabanan

Bupati Tabanan, Putu Eka Wiryastuti, menyambut baik acara konasgi. Acara ini menjadi mercusuar untuk menyuarakan lagi harkat dan martabat guru dari wilayah Bali yang dikenal sebagai gudangnya guru, yaitu kabupaten Tabanan. Hal ini sekaligus mengangkat nama Tabanan di penjuru Nusantara sebagi wilayah yang dengan percaya diri memulai sebuah acara yang berlevel nasional, disamping menjadi ajang promosi pariwisata yang menjanjikan kesejukan, kedamaian, keramah tamahan, dan tentunya kesejahteraan, sebagaimana menjadi Visi Tabanan SERASI. Menurut Bupti, acara ini hendaknya bisa menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan dasar kebijakan tidak hanya bagi Tabanan dan Bali, tetapi untuk Guru Nusantara. Untuk itu, lanjut Bupati, kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan dan secara total akan dibantu, demikian kata Bupati sambil memukul gong tanda dibuka secara resmi acara konasgi.

 

3. Keynote Speaker 1 : Direktur Pembinaan Guru Dikdas Ditjen GTK Kemdikbud ( Drs. Anas M.Adam, M.Pd. )

Tema : Kebijakan Pendidikan Nasional. Ada bebrapa permasalahan besar dalam pendidikan kita :

  1. Masalah aksestabilitas dan daya saing. Solusi yang diambil pemerintah berkaitan dengan masalah akses, seperti:
    • Pengangkatan guru di daerah 3 T yang dikenal dngan istilah Guru Garise Depan (GGD)
    • Program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)
    • Pemberian KIP (Kartu Indonesia Pintar)
    • Membangun sekolah baru
  2. Saat ini ada banyak SMK (+ 6000 sekolah) mutunya rendah (disiplin dan pengetahuannya kurang). Ke depannya, SMK perlu lebih menekankan pada penguatan karakter disamping untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan.
  3. Kesuksesan seseorng dominan ditentukan oleh factor siswa (keinginan sukse), disamping factor-faktor lain seperti guru, orang tua, lingkungan, dsb
  4. Guru mempunyai tugas sentral dalam meningkatkan mutu pendidikan, bahkan ke depan guru adalah orang-orang yang kualified.
  5. Pelaksanaan UKG saat ini tidak ada kaitannya dengan tunjangan sertifikasi, tetapi hanya pemetaan guru
  6. Kurikulum yang sering berubah menjai pertanyaan besar bagi masyarakat pendidikan. Hal ini dapat dijelaskan dengan kondisi persaingan global yang menuntut disiapkannya rancngan pendidikan nasional yang proyeksinya mngarah kepada 3 hal; professional, kompetitif, dan berkarakter.

 

4. Keynote Speaker 2 : Dr. Itje Chodidjah, M.A

Ada beberapa kata kunci yang ditekankan oleh Dr. Itje Chodidjah, antara lain :

  1. Tentang landasan filosofis pendidikan, Pendidikan adalah seperti sebuah bank tempat sebuah bangsa dapat menarik cek kapanpun memerlukan para pekerja yang tangguh dan dapat diandalkan. Karena itu pendidikan harus dilihat secara holistic, yang tidak hanya dengan mata duniawi dilihat sebagai formalitas berdasarkan ijasah, tetapi jauh lebih penting adalah pemaknaan yang benar dengan peningkatkan kepedulian kita kepada sesama, berbagi ilmu dan pengetahuan, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan yang tidak hanya mengandalkan intelektualitas (HEAD) dan keterampilan (HAND), tetapi lebih menguatkan keiklasan hati (HEART), karena tugas kita adalah pelayan sosial. Education is transformation from heart to heart not mind to mind.
  2. Tentang Profesi guru; bahwa diantara semua profesi, Guru adalah terberat, tetapi termulia “Guru harus mendidiktidak hanya denganberbicaradamenjelaskan, tetapi yang jauh lebihpenting, adalah denganmenjadi.....Guru HARUSberjuang keras MENJADICONTOH.
  3. Tentang pedagogi; bahwa kemampuan seseorang “menjadi guru” sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemauan untuk selalu meng-update Iptek, termasuk trampil memilih strategi atau gaya pembelajaran. Dalam ruang inilah inti sejati profesi keguruan kita diuji. Kita terlahir di abad yang miskin IT akan behadapan dengan generasiNOW yang terlahir dijaman IT. Tentang kebijakan pemerintah; perlu adanya pembelaan dan pengakuan yang lebih konkrit kepada profesi guru.  Gurulah yang pertama kali menyentuh tepian masa depan anak negeri. "Masa depan dari suatu bangsa tidak terletak pada para politisi namun pada nilai yang dapat kita berikan dan tanamkan pada diri anak-anak saat ini.”

 

5. Keynote Speaker 3 : Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A

Membangun budaya literasi siswa bukan pekerjaan instant tetapi memerlukan proses yang panjang dan perlu didukung oleh orang tua di rumah. Program literasi yang dikembangkan di sekolah, perlu disosialisasikan kepada orang tua sehingga orang tua bisa memahami program yang didapatkan oleh anak mereka di sekolah, sehingga mereka memahami bagaimana berkontribusi untuk mendukungnya. Melibatkan orang tua memerlukan perhatian secara khusus karena pihak sekolah harus mampu menyesuaikan waktu, keahlian, pengalaman, dan ketersediaan maupun komitmen orang tua dengan program literasi yang dikembangkan di sekolah. Oleh sebab itu, perlu sistem manajemen pelibatan orang tua agar pelibatan orang tua bisa dilakukan secara optimal dan sesuai dengan program literasi sekolah agar literasi siswa bisa ditingkatkan.

 

6. Featured Speaker 1 : I Ketut Suryadi, S.Sos, MM (Seniman, Pemerhati Pendidikan, Ketua DPRD Tabanan)

Seni Budaya merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipembelajarkan sesuai kurikulum 2013. Namun realitanya, mata pelajaran tersebut termarjinalkan.
Narasumber mengajak kepada peserta Konferensi dan panitia agar mata pelajaran Seni Budaya menjadi salah satu butir rekomendasi ke Kemendikbud RI. Mata pelajaran seni budaya harus diperjuangkan, agar pemerintah memberi porsi atau jam pelajaran yang relatif sama dengan mata pelajaran lainnya. Program Kemah Budaya bisa dianggarkan melalui APBD kabupaten/ kodya yang sangat bergantung pada komitmen kepala daerah dan ketua DPRD sebagai badan legeslasi anggaran. Hasilnya dapat membangun karakter dan tumbuhnya kohesi sosial dan kohesi budaya di sekolah, baik antar guru, antar siswa, dan semua komponen di sekolah.
Guru sebagai tenaga profesional yang tersurat dalam undang-undang guru dan dosen Nomor 14 tahun 2005 memberi ruang kepada guru untuk berkreativitas dan berinovasi. Di sisi lain guru dihadapkan kepada fenomena bahwa peserta didik sangat cepat pertumbuhannya seiring perkembangan teknologi informasi dan globalisasi. Jika guru tidak berinovasi maka akan ketinggalan kereta. Jika guru tidak memfasilitasi dan memberi ruang kepada mereka (siswa) niscaya akan terjadi perilaku yang menyimpang dari karakter yang diinginkan. Apalagi dalam mengikuti proses pendidikan mereka terbelenggu tugas-tugas, dan kewajiban-kewajiban yang dominan melatih otak kiri sehingga pengembangan potensi dirinya menjadi tidak berimbang. Oleh karena itu, satu inovasi pendidikan yang bisa dikembangkan dan menginspirasi peserta Konasgi adalah “Kemah Budaya”.
Rasa persatuan dan kesatuan, toleransi bersenyawa dalam kesenian dan kebudayaan yang dapat menagkal radikalisme. Siswa yang mengikuti program Kemah Budaya dapat mengambil manfaat positif,sekaligus menjadi pribadi yang disiplin, kreatif, dan inovatif. Kemah Budaya kabupaten Tabanan Bali melibatkan siswa-siswa sekolah menengah yang berkolaborasi dengan sanggar-sanggar seni, seperti Sanggar Leklok, Warok, dan sanggar Natya Praja, sanggar Anak Angin. Sawong Jabo dengan Band Sirkus Barok, Ayu Weda, perupa Sujana Kenyem, dan seniman teater Putu Satria. Aktivitas Kemah Budaya diprogram secara sistemik, sistematis dan berkelanjutan dari proses latihan berkesenian sampai performance. Selama kemah budaya terjadi proses mengolah kreativitas dan mengembangkan potensi diri. Para siswa mengalami proses berkesenian yang dilatih oleh mentor dari beraneka ragam bidang seni, seperti seni sastra, musik, tari atau senirupa dengan menyuguhkan kesenian tradisional maupun hasil kreasi dan kreativitas.

 

7. Featured Speaker 2 : Direktur Pembinaan Guru Diknas Pengurus PB PGRI

Tema :Pendidikan Multikultur

Pendidikan multi kultur tercetus di amerika karena adanya perbedaan yang tajam tentang kehidupan bangsa amrik dengan kehadiran suku bangsa dri seluruh belahan dunia. Jadi ada keinginan menyatukan dlm perbedaan (unity diversity). Atas dasar itu Indo th 80an mencoba mengadopsi krn disadari di indo juga masy.nya terdiri dari berbagai suku bangsa. Dengang pend.multi kultur diharapkan sekolah akan menjadi sebuah taman yg indah utk menyemai bibit keragaman agar tumbuh subur,penuh toleransi dan nilai kasih. Dlm pelaksanaan pend.multi kultur bukan sbgai mapel tersendiri,tapi terintegrasi sbgai suplemen dlm setiap mapel. Peran pgri bagaimana membentuk warga pgri sbgai contoh teladan yg mampu membangun pend.multi kultur dg keragaman peserta didik.

 

Deklarasi Konferensi Guru dan Inovasi Pendidikan (KONASGI)
Tabanan,  7 November 2018

Hari ini (7 November 2017) dideklarasikan terbentuknya JEJARING GURU NUSANTARA, dengan beberapa rekomendasi:

  1. Mengingat Konasgi ini sangat bermanfaat tidak hanya bag guru, kepsek, pengawas sekolah, dan juga praktisi pendidikan, maka diusulkan diadakan scr periodik.
  2. Siusulkan agar pembiayaannya tdk dibebankan kpd APBD Kab. Tabanan dan peserta, tp kpd APBN Pusat.
  3. Diusulkan agar Konasgi tdk hanya menghasilkan rumusan, tp menghasilkan butir2 rekomendasi. Untuk itu perlu dibuat tim kecil untuk merumuskn hasilnya yg dikirim ke Kemendikbud RI.
  4. Diusulkan kemah budaya ke depan tidak lagi skupnya Kabupaten tetapi bersifat Nasional.
  5. Diusulkan agar peserta yg hadir sekarang dijadikan anggota tetap Konasgi dan dibuat buku kenangan yg ada biodata singkat peserta.
  6. Diusulkan agar dibentuk kepengurusan Konasgi secara Nasional yg pusatnya di Tabanan Bali.
  7. Akan dibuat resume dan saran kebijakan untuk diusulkan ke pusat di Jakarta.

 

DOWNLOAD KUMPULAN MAKALAH

(Masih dalam proses)

 

DOKUMENTASI VIDEO




source : NEWS BALITV

DOKUMENTASI FOTO

  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1
  • foto1